Kisah - kisah anjing yang mengagumkan dan mengharukan...

Sergeant Stubby



Anjing perang pertama di dunia, yaitu Sersan Stubby, melayani Amerika Serikat selama 18 bulan dan berpartisipasi di 17 perperangan di Perang Dunia Pertama. Pada Bulan Februari 1918, ia menyelamatkan kompatriot perangnya dari serangan gas beracun oleh musuh. Anjing berjenis pit bull terrier ini adalah anjing yang paling nyentrik pada jamannya, dan adalah satu2 ny anjing di dunia yang pernah di berikan pangkat dan kehormatan sebagai Sersan (Sergeant) di Medan Pertempuran.

Selama pelayanannya di Unit Angkatan Darat Amerika Serikat, Anjing ini telah membantu banyak sekali tentara amerika serikat. Pada suatu ketika, ia bahkan berhasil menangkap satu spy (mata-mata) musuh yang berasal dari Jerman, ketika spy tersebut tertangkap basah sedang berbicara dalam bahasa Jerman yang hebatnya bisa di ketahui oleh anjing tersebut. Seluruh Angkatan Darat AS bersorak dan bertepuk tangan ketika mereka mengetahui Stubby telah menangkap seorang mata2 musuh. Sungguh sulit dipercaya!

Setelah perang usai, Stubby menjadi maskot Universitas Georgetown Amerika Serikat, dan majikannya yaitu Robert Conroy ikut membawanya ke Universitas untuk mendampinginya dalam mengambil jurusan hukum.

Pada 4 April 1926, Stubby meninggal dunia karena usia tua dengan tenang di dalam pelukan majikannya.




Swansea Jack


Dilahirkan di NewFoundLand, Swansea Jack tinggal di area utara dari kota Swansea bersama majikannya, William Thomas. Ia selalu sigap dalam mendengar teriak2an orang yang meminta bantuan dari pantai yang letaknya sangat dekat dari tempat tinggal Jack. Pada tahun 1931, Ia menyelamatkan seorang anak laki2 yang hampir tenggelam.

Legenda mengatakan, selama hidupnya, ia telah menyelamatkan 27 orang yang hampir tenggelam di Laut Tawe, Inggris. Swansea Jack meninggal dunia pada bulan Oktober di tahun 1937 karena ia secara "tidak sengaja" memakan racun tikus. Ia dihargai Penghargaan "Dog Of The Century" oleh Lembaga Anjing Peliharaan di Inggris. Sungguh sulit dipercaya bahwa seekor Anjing bisa menyelamatkan 27 nyawa manusia!





Jim The Wonder Dog

Dilahirkan di Louisiana, Amerika Serikat di Tahun 1925. Jim menunjukkan kepintaran otaknya yang sangat cerdas.Ia bisa membedakan orang dari warna, padahal anjing itu buta warna.Ia juga bisa menghapal mobil, plat mobil orang dengan mudah.

Karena kepintarannya, ia dibawa ke Universitas Missouri untuk diteliti, dan hasilnya ternyata potensi yang Jim punya sangat lah besar dan luas.Ia bisa mengerti bahasa Yunani, Jerman, Perancis dan Italia sekalipun! Jim memenangkan kontes Anjing Sedunia pada tahun 1936.Ia juga memprediksi bahwa Roosevelt, salah satu capres AS pada saat itu, bakalan kepilih lagi di tahun 1936, dan hasilnya betul! Ia juga pernah memprediksi kelamin bayi yang belum lahir!

The Wonder Dog meninggal dunia pada 18 Maret 1937, dan dikebumikan di Permakaman Marshall. Di atas batu makamnya tertulis "Wonder Dog" sebagai penghormatan terakhir umat manusia kepada anjing yang betul2 luar biasa ini.



Greyfiar Bobby

Greyfriar Bobby menjadi simbol loyalti di Inggris. Ia adalah anjing berjenis skye Terrier yang mempunyai majikan yang bernama John Gray. Ketika Gray meninggal pada tahun 1858, ia dimakamkan tanpa batu nisan. Hebatnya Anjing ini bisa mengetahui dimana letak majikannya dimakamkan, dan bersedia untuk melindungi tempat tersebut selama 14 tahun penuh, dan hanya pergi untuk mencari makan. Bobby sendiri meninggal pada tahun 1872. Sebuah air mancur dibangun untuk menghormati loyalitasnya oleh Pemerintah setempat. Benar2 Anjing yang setia!




Bobbie

Di tahun 1923, Ketika Bobbie dan majikannya sedang bertamasya ke kota Indiana, Ia terpisah dari majikannya dan dinyatakan hilang. Setelah pencarian intensif yang dilakukan pihak majikan dan juga pihak berwajib,ia tidak berhasil ditemukan dan majikannya pun sudah pasrah akan kehilangan Bobbie.

6 Bulan kemudian, Bobby ditemukan kembali di depan pintu rumah majikannya dengan bulu yang sudah usang dan acak2an, dan kakiny yang sudah hampir keropos. Faktanya adalah ia telah berkelana sepanjang 2800 Mil, melewati padang gurun, pegunungan dan dinginnya musim dingin demi kembali pulang ke majikannya.

Sebagai bentuk penghormatan, dibuatlah festival tahunan yang bernama Silverton annual Pet Parade yang dilakukan untuk mengenang Bobbie, sang anjing yang fenomenal akan kesetiaannya.


Hachiko

1923. Di musim dingin yang menggigit, diantara hamparan salju di Prefektur Akita, seekor anak anjing ditinggalkan oleh pemiliknya. Profesor Hidesaburo Ueno yang menemukan anak anjing ini merasa iba, dan membawanya pulang. Anak anjing yang imut dan lucu ini benar-benar menggemaskan dan membawakan kegembiraan hati bagi Profesor Ueno. Setiap hari Profesor selalu berbagi makanan dengannya, memandikannya dan merawatnya. Profesor memberikan nama “Hachiko” kepada anak anjing ini.

Hachiko pun sangat menyukai Profesor. Pada tahun 1924, Hachiko dibawa ke Tokyo oleh Profesor Ueno, yang memang mengajar jurusan pertanian di Universitas Tokyo. Setiap hari Profesor berangkat ke kampus menggunakan densha (kereta api) dari stasiun Shibuya. Setiap hari pula Hachiko selalu menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Setelah Profesor berangkat, Hachiko pun akan pulang ke rumah dengan sendirinya, kemudian sore harinya, datang lagi ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan Profesor. Setiap kali Profesor turun dari densha, Hachiko pun terlihat telah menunggunya. Hachiko dan Profesor kemudian akan pulang ke rumah bersama-sama.

Suatu hari, Profesor merasa kurang sehat. Walaupun demikian, Profesor tetap berangkat mengajar seperti biasanya. Hachiko pun, seperti biasanya, menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Ketika sedang mengajar, Profesor tiba-tiba limbung dan terjatuh. Profesor Ueno mengalami serangan stroke. Murid-murid dan staf kampus yang kaget, segera membawa Profesor ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa Profesor tidak tertolong lagi.

Hachiko, sore harinya, seperti biasa berangkat lagi dari rumah ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan tuannya. Akan tetapi, kali ini, diantara kerumunan orang-orang yang turun dari densha, tidak ada sang Profesor. Hachiko terus menunggu dan menunggu, berharap sosok sang Profesor akan menghampirinya, dan bersama-sama pulang ke rumah.

Siang tergantikan malam. Akan tetapi, Profesor yang ditunggu-tunggu, tidak kunjung datang. Hachiko pun pulang kembali ke rumah.

Esok harinya, Hachiko datang lagi ke stasiun dan menunggu. Esoknya lagi… dan esoknya lagi. Tidak peduli hamparan salju yang membeku di musim dingin, maupun udara musim panas yang lembab dan gerah, setiap harinya Hachiko pasti selalu datang menunggu.

Para penumpang yang mengetahui bahwa Hachiko sedang menunggu tuannya yang tidak akan pernah kembali lagi, merasa simpati dan mencoba memberitahukan, “Hachiko, tuanmu tidak akan pernah kembali lagi, tidak perlu menunggu lagi.”

Akan tetapi, Hachiko tetap menunggu. Tanpa pernah absen seharipun, selama hampir 11 tahun, Hachiko tetap menunggu..

Suatu pagi, seorang petugas stasiun menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan jalan. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko pun berdatangan ke stasiun Shibuya. Mereka ingin menghormati untuk terakhir kalinya, menghormati arti dari sebuah kesetiaan yang kadang justru sulit ditemukan pada diri manusia.

Untuk mengenang Hachiko, warga pun membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Jika Anda mengunjungi Shibuya, Anda akan menemukan patung Hachiko di sisi utara stasiun Shibuya.

Sampai saat ini pun, sekitaran patung Hachiko suka dijadikan tempat janjian bertemu oleh orang-orang ataupun sepasang kekasih. Mereka berharap akan ada kesetiaan seperti yang telah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka menunggu maupun berjanji untuk datang.

Oleh orang Jepang, Hachiko dikenang dengan sebutan 忠犬ハチ公 (Chuuken Hachiko) yang berarti “Hachiko yang setia”.


(artikel ini pernah dimuat di majalah BVD — Juni 2009)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Kisah - kisah anjing yang mengagumkan dan mengharukan..."

Posting Komentar